Kisah Ratih dan Mbok Lastri

 *tok tok tok*


"Nduk buka nduk... Ini si mbok" ucap mbok lastri yang berada di depan pintu rumahnya.


"Iya mbok... ,sebentar Ratih bukakan" balas Ratih sambil membukakan pintu si mbok.


Setelah itu si mbok dan Ratih masuk ke dalam rumah.


Ratih adalah putri tunggal di keluarganya. Sejak kecil Ratih tinggal bersama mbok Lastri dan dibesarkan oleh mbok Lastri. Orang tua Ratih sudah tiada sejak kecil. Karena itu si mbok lastrilah yang merawat dan membesarkan Ratih. 


Si mbok sehari-hari bekerja sebagai penjual jamu dan penjual kayu. Meskipun penghasilan yang didapatkan si mbok sedikit,mereka tetap bersyukur karena masih cukup untuk membeli makan.


Saat itu Ratih berusia 10 tahun ,dan menduduki kelas 4 SD. Ratih sangat pandai di kelasnya dan tidak pernah mengecewakan si mbok. Ratih juga mendapat prestasi yang ia usahakan. Hal itu membuat si mbok bangga dan semakin sayang kepada Ratih.


Sore itu, si mbok pulang ke rumah sehabis mengumpulkan kayu untuk dijual besok. Si mbok juga membeli dua bungkus nasi untuk dimakan bersama cucunya. Mbok Lastri membeli dua Bu gkus nasi becek kesukaan Ratih.


Nasi Becek adalah hidangan khas Nganjuk yang terbuat dari nasi kemudian di siram menggunakan bumbu rempah, dan diberi potongan daging diatasnya yang sudah matang. Ratih sangat menyukai makanan tersebut karena rasanya lezat dan cukup untuk membuat perutnya kenyang dan terisi.


Harga Nasi Becek sekitar Rp.15.000 per porsi. Mbok Lastri terkadang membeli satu bungkus untuk Ratih saja,karena penghasilannya kurang jika membeli dua bungkus. Biasanya mbok Lastri membeli tempe dan beras 1/4 kg untuk ia makan. Terkadang jika uangnya tidak cukup,mbok Lastri hanya membeli telur kalau tidak ya roti untuk ia makan.


Meskipun begitu,Ratih dan si mbok Lastri selalu berucap syukur dan tidak lupa berbagi jika memiliki rezeki yang lebih.


*Keesokan harinya*


Saat Ratih di sekolah,ia mendapat informasi jika lusa akan diadakan study tour di Sedudo. Informasi tersebut memperolehkan siswa untuk mengajak orang tua mereka. Ratih berfikir ia akan mengajak si mbok berkunjun ke wisata tersebut.


Sepulang sekolah, Ratih menceritakan pengumuman tadi pagi saat di sekolah kepada si mbok. Ratih sangat senang si mbok mau ikut pergi bersamanya.


*Lusa , Hari Study Tour*


Si mbok sudah mempersiapkan bekalnya dan Ratih di dalam tas. Mereka juga sudah siap untuk berangkat. Tak lama kemudian guru pembina menyuruh semua masuk kedalam bus, karena mereka akan segera berangkat menuju wisata. Ratih menuntun si mbok untuk menaiki bus , dan duduk disebelahnya. Ratih sangat menikmati perjalanannya bersama si mbok dan sangat senang sekali.


*Sesampainya di wisata*


Semua dianjurkan untuk turun dari bus , dan mengikuti guru pembina untuk masuk kedalam wisata. Ratih dan si mbok melihat air terjun yang indah dan suhu disana sangat sejuk. Mata air dari air terjun sangat jernih, dan terlihat deras alirannya mengalir dari atas. Ratih dan si mbok Lastri sangat takjub melihat keindahan air terjun dari kejauhan.


Air terjun Seduda adalah sebuah air terjun dan objek wisata di Nganjuk. Ketinggian air terjun sekitar 105 meter. Jaraknya sekitar 30km arah selatan ibu kota kabupaten Nganjuk. Tempat wisata ini memiliki fasilitas yang cukup baik , dan jalur transportasi yang mudah di akses.


Masyarakat setempat mempercayai air terjun ini memiliki kekuatan Supra natural , dan membawa berkah awet muda bagi orang yang mandi di air terjun tersebut. Selain itu air terjun Seduda juga sangat sejuk dan segar. Banyak orang yang senang mandi dan bermain air disana karena airnya sangat jernih.


Kuliner di wisata ini juga tidak kalah enak dari wisata lain. Di dalam wisata ini juga banyak penjual oleh-oleh untuk pengunjung yang datang.


Mbok Lastri mengajak Ratih duduk di sebuah meja dan kursi yang tersedia. Mbok Lastri mengeluarkan bekal mereka dan makan bersama sebelum mandi di air terjun. Air terjun tersebut sangat dingin , dan suasana yang sangat sejuk. Sehingga mbok Lastri meminta agar Ratih makan terlebih dulu ,supaya tidak masuk angin.


Setelah mereka selesai makan,mereka pergi untuk mengganti baju,dan bersiap untuk mandi di bawah air terjun. Ratih dan mbok Lastri pergi ke pemandian air terjun dan melangkahkan kaki di air terjun. Air terjun itu sangat dingin dan segar. Ratih mengajak mbok Lastri untuk pergi ke bawah air terjun untuk menikmati derasnya aliran air terjun. Mereka sangat senang dan menikmati segarnya air terjun tersebut.


Aliran air memang deras,tetapi tidak sampai menelan korban. Air terjun Sedudo juga tidak terlalu dalam sehingga aman untuk anak-anak. Meskipun begitu ketika anak-anak bermain ,harus tetap berada dalam pengawasan orang tua. Mbok Lastri ,dan Ratih bersenang-senang di air terjun itu.


#TugasPekan3

#MasaOrientasi

#SMNBacth8

#Kopling

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seni Kearifan Budaya Lokal Nganjuk

Legenda putri wilis

Story With Writing