Story With Writing

Tema:Aku,Nganjuk,Kopling

Cuaca begitu sempurna, mentari bersinar menyinari dunia. Seorang gadis cantik sedang duduk dan menulis di bangku sekolahnya. Sambil memikirkan sebuah ide dari imajinasinya untuk menulis sebuah cerita.


Namanya Ayu Fitria Nuraini, panggil saja dia Fitria, ia mulai hobi menulis saat ia menduduki kelas 9 atau kelas 8 SMP. Saat itu ia berusia 14 tahun mendekati usia 15 tahun. Ia mulai berhobi dan mengembangkan hobi dengan menulis novel pertamanya. Dengan ilmu setahu dan semampunya gadis itu mulai menulis sebuah novel. 


Tetapi sampai saat ini ia telah berusia 16 tahun, dan belum ada satupun novel karyanya yang dibukukan. Selain kurangnya pengalaman, banyaknya kegiatan yang menumpuk menjadi salah satu penyebabnya. Tidak hanya kegiatan saja, tetapi ia juga harus mempersiapkan diri untuk ujian-ujian yang akan segera datang. Ujian itu tidak hanya ujian tulis, tetapi juga terdapat ujian praktik untuk kelulusannya.


Saat itu ia duduk di bangku kelas 3 SMP, karena harus mempersiapkan diri untuk lulus ujian, fokusnya menjadi terbagi dan tulisannya menjadi tidak maksimal. Sekarang ia berusia 16 tahun dan duduk di kelas 10, di SMKN 2 Nganjuk, gadis itu masih hobi menulis, kesibukannya telah berkurang dan ia memutuskan untuk menulis beberapa judul novel yang akan dipublish di sosmed (wattpad).


Dengan dukungan teman-temannya gadis itu semakin semangat untuk mewujudkan salah satu cita-citanya. Walau semua novel yang dibuatnya rata-rata belum selesai, karena alur yang sedikit membingungkan, gadis itu terus berusaha untuk menyelesaikannya.


Gadis itu tinggal di Kota Angin, Kota Nganjuk. Kota yang memang tidak terlalu populer seperti kota lain, bahkan bisa dikatakan kota itu memang kota kecil Tapi jangan salah sangka, walau kota itu kecil banyak keindahan alam yang dapat dinikmati. Seperti air terjun Seduda, Roro kuning dan banyak lagi lainnya. Makanan di kota Nganjuk juga tidak kalah lezat dari kota lain, dan harganya jauh lebih murah, serta kualitasnya terjamin.


Di Nganjuk juga terdapat komunitas untuk mendukung calon-calon penulis yaitu, KOPLING (Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk). Ia tahu kopling dari temannya, saat mendengar pengenalan kopling dia termotivasi untuk kembali belajar menulis untuk menambah wawasan, dan juga pengalaman. Ia juga mengajak temannya untuk ikut bergabung juga bersamanya. Akhirnya ia dan temannya mendaftarkan diri untuk ikut kelas menulis dari kopling.


Hari itu adalah hari pertamanya mengikuti komunitas. Sebelumnya dia sama sekali tidak pernah mengikuti komunitas apapun, karena ia berfikir ia tidak memiliki bakat apapun. First class community mungkin akan membawanya menggapai salah satu cita-citanya. Pada awalnya ia sangat ragu mengikuti komunitas kopling, karena dia orangnya memang pemalu. Ia juga ragu untuk ikut writing class dari kopling. Tapi dengan semangat dan tekad yang kuat , ia mengumpulkan semangatnya untuk menggapai cita-citanya.


Selang waktu beberapa Minggu, tibalah saat kelas dimulai. Tetapi sebelum kelas dimulai mereka dianjurkan untuk saling berkenalan satu sama lain. Teman-teman di kopling sangat ramah dan baik. Guru dan pembimbingnya juga tidak kalah ramah dan baik dari teman-teman lain.


Banyak sekali keuntungan yang dapat kita ambil dari kelas menulis. Walau baru 1 kali pertemuan dia sangat senang dan enjoy join di kopling. Semoga dengan ikut ke komunitas ini, skill menulisnya lebih berkembang dan dapat menerbitkan semua karya yang telah ditulis olehnya.


#TugasPekan1


#MasaOrientasi


#SMKbacth8


#Kopling

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seni Kearifan Budaya Lokal Nganjuk

Legenda putri wilis